Knowledge Base/Pengetahuan Umum

Gambaran Umum:

Peer to peer lending atau P2P lending adalah kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan. Praktek ini sudah lama berjalan dalam bentuk yang berbeda, seringkali dalam bentuk perjanjian informal.

Seiring perkembangan teknologi, kegiatan pinjam meminjam turut berkembang dalam bentuk online melalui platform serupa dengan e-commerce. Oleh karenanya, seorang peminjam bisa mendapatkan pendananan dari banyak individu.

Dalam peer lending kegiatan dilakukan secara online melalui platform website dari berbagai perusahaan peer lending. Terdapat berbagai macam jenis platform, produk, dan teknologi untuk menganalisa kredit. Pendana dan peminjam tidak bertemu secara fisik dan seringkali tidak saling mengenal.

Peer lending tidak sama dan tidak bisa diketegorikan dalam bentuk-bentuk institusi finansial tradisional, seperti perbankan, perusahan penghimpun dana investasi, maupun asuransi. Peer lending dikategorikan sebagai produk finansial alternatif.

Terdapat tiga macam transaksi yang dipakai dalam platform peer lending:
  1. Marketplace
    Pada model ini peminjam dan pendana bebas memilih suku bunga. Pinjaman dibuka untuk proses lelang selama beberapa hari dan peminjam menentukan suku bunga indikatif. Pendana bebas untuk memasukkan tawaran dengan suku bunga dan jumlah tertentu. Pada akhir lelang sistem akan mengambil total jumlah yang diinginkan oleh peminjam dengan prioritas bagi tawaran-tawaran terbaik. Sisa tawaran lainnya dikembalikan ke pendana. Suku bunga yang dibayarkan oleh peminjam adalah rata-rata dari total tawaran yang diterima. Apabila sudah terkumpul dana yang cukup, biasanya pendana diberikan hak untuk menutup lelalng lebih awal deng an syarat ia menyanggupi rata-rata suku bunga dari tawaran yang sudah masuk, yang seringkali lebih tinggi dari bunga indikatif di awal.
  2. Bunga Tetap
    Pada model ini platform menentukan suku bunga untuk setiap pinjaman berdasarkan tingkat risiko. Pendana bebas untuk membeli nominal pecahan dari pinjaman tersebut sampai terkumpul dana yang diminta. Model ini berasumsi bahwa platform memiliki kemampuan yang lebih baik dari pendana untuk menganalisa risiko kredit peminjam. Dengan bunga yang sudah ditentukan, kebutuhan dana peminjam dapat lebih cepat terpenuhi dibandingkan dengan model marketplace.
  3. Pengelola Dana
    Dalam model ini pendana memberikan platform kewenangan untuk mengelola dana miliknya, yang dikelola sebagai satu kesatuan. Platform kemudian menentukan pinjaman yang layak mendapatkan pendanaan serta menentukan suku bunganya. Di Indonesia model ini hanya bisa dilakukan oleh platform yang memiliki ijin usaha manajer Investasi dari OJK. Keuntungan dari model ini adalah pemdanaan bisa diselesaikan lebih cepat dan para pendana tidak perlu repot mengatur alokasi dana mereka


Kredo Investasi:

Dalam berinvestasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sbb:
  1. High Risk High Return
    Dalam berinvestasi dikenal istilah High Risk High Return, dimana semakin tinggi tingkat risiko maka semakin tinggi pula hasil investasi yang ditawarkan. Tinggkat risiko masing-masing individu berbeda-beda tergantung pada risk appetite ( tingkat toleransi seseorang terhadap risiko) masing-masing. Dengan demikian maka sebelum berinvestasi anda harus melakukan identifikasi terhadap risk appetite anda masing-masing. Kalau toleransi risiko anda tinggi, anda dapat memilih instrumen investasi yang berisiko tinggi dengan imbal hasil yang tinggi, demikian pula sebaliknya.
  2. Diversifikasi Portofolio
    Dalam berinvestasi lazim disarankan untuk tidak menempatkan seluruh dana invenstasi kedalam satu produk investasi. Dengan kata lain jangan investasikan semua uang anda pada satu peminjam. Sebarlah ke beberapa peminjam, bila perlu ke beberapa peminjam dengan tingkat risiko yang berbeda. Dengan demikian risiko yang anda tanggung dapat terdistribusi dengan baik.